Kongres Dorong Hapus Pajak Hantu Poker

BeritaEditor: dezhoupuke.org
Kongres Dorong Hapus Pajak Hantu Poker

Komite DPR memilih 38-5 untuk mencabut batas 90% pengurangan kerugian judi, berpotensi memulihkan pengurangan penuh secara retroaktif sejak 1 Januari 2026.

Pemungutan Suara Penting di Komite Kongres

Sebuah komite DPR di Kongres meloloskan RUU untuk menghapus batas 90% atas pengurangan kerugian judi dengan suara 38 banding 5. Jika legislasi ini menyelesaikan proses persetujuannya, para pemain bisa kembali mengurangi 100% kerugian yang bisa dibuktikan, berlaku surut hingga 1 Januari 2026.

Ketentuan ini dimasukkan ke dalam paket pajak yang lebih luas, yaitu Digital Asset Tax Certainty Act (H.R. 10357). Ketua Komite Ways and Means DPR Jason Smith dan Anggota DPR dari Nevada Steven Horsford menilai perubahan ini sebagai soal keadilan pajak: negara tidak seharusnya memajaki uang yang sebenarnya belum dihasilkan seseorang.

Bagaimana Pajak Hantu Muncul

Masalah ini bermula pada Juli 2025, ketika paket pajak menyeluruh bernama One Big Beautiful Bill Act (OBBBA) ditandatangani. Sebuah penyesuaian yang disisipkan di menit terakhir memangkas pengurangan kerugian judi yang bisa dibuktikan dari 100% menjadi 90% dari kemenangan, berlaku mulai 1 Januari 2026.

Selama puluhan tahun sebelumnya, aturan sederhananya berlaku: pemain bisa mengurangi kerugian hingga sebesar total kemenangan mereka. Batas baru ini memunculkan apa yang di dunia poker disebut pajak hantu, yakni pemajakan atas penghasilan yang sebenarnya tidak pernah diperoleh pemain.

Contoh tipikal menggambarkan masalahnya. Misalkan seorang pemain turnamen menang $100.000 dalam setahun tetapi juga menghabiskan $100.000 untuk buy-in, sehingga berakhir nol bersih. Di bawah aturan 2026, pemain itu hanya bisa mengurangi 90% kerugian, atau $90.000. Sisanya $10.000 menjadi penghasilan kena pajak meskipun pemain tersebut tidak untung.

Perubahan ini menuai reaksi keras dari komunitas poker. Anggota Poker Hall of Fame Erik Seidel mengumumkan pengurangan jadwal bermainnya dan pensiun sebagian sebagai respons terhadap perubahan pajak tersebut. Anggota Kongres dari Nevada Dina Titus berulang kali memperingatkan bahwa beban ini akan mendorong pemain ke platform asing yang tidak diatur dan ilegal.

Terobosan Bipartisan

Upaya untuk mencabut batas 90% berlangsung lebih dari 14 bulan dan menghasilkan tiga RUU terpisah: FAIR BET Act (Anggota DPR Dina Titus), WAGER Act (Anggota DPR Andy Barr), dan FULL HOUSE Act (Anggota DPR Max Miller dan Steven Horsford).

Pergeseran kunci terjadi pada pertengahan September 2026, ketika ketentuan yang sepenuhnya memulihkan pengurangan kerugian dimasukkan ke dalam Digital Asset Tax Certainty Act. Ketentuan ini disetujui di komite dengan mayoritas bipartisan yang jarang terjadi.

Apa yang Terjadi Selanjutnya

Persetujuan komite adalah langkah penting, tetapi proses legislatifnya belum tuntas. RUU H.R. 10357 kini melaju ke Komite Peraturan DPR dan kemudian ke sidang pleno DPR, dengan pemungutan suara diperkirakan setelah pemilu sela November. Setelah itu, RUU ini harus lolos Senat dan mendapat tanda tangan presiden.

Pasar prediksi saat ini memperkirakan peluang pemulihan penuh deduksi 100% atas kerugian pada 1 April 2027 sekitar 50%.

Yang Harus Dilakukan Pemain Sekarang

Para ahli pajak memberikan panduan lugas bagi pemain poker selama legislasi ini berjalan:

  • Simpan catatan rapi atas semua kemenangan dan pengeluaran, termasuk kuitansi, slip buy-in, dan laporan turnamen sepanjang tahun 2026.
  • Bersiaplah untuk kemungkinan mengajukan surat pemberitahuan pajak yang diperbaiki. Jika undang-undang ini berlaku surut hingga 1 Januari 2026, pemain dengan catatan yang akurat dapat mengajukan perbaikan dan berpotensi menerima pengembalian dana.
  • Anggap dokumentasi sebagai faktor penentu. Tanpa catatan yang presisi, manfaat berlaku surut ini bisa sulit atau bahkan mustahil diklaim.

Prinsip intinya sederhana: pemain tidak seharusnya dikenai pajak atas uang yang tidak pernah mereka hasilkan. Apakah prinsip itu menjadi undang-undang bergantung pada langkah-langkah yang tersisa di Kongres.