Pemain poker

Aaron Boyd

Editor: dezhoupuke.org

Australia

Dutch Boyd lahir Russell Aaron Boyd, 24 Desember 1980 adalah pemain poker profesional Amerika dari Columbia, Missouri, yang dikenal karena memenangkan tiga gelang World Series of Poker dan finis ke-12 di Acara Utama WSOP 2003. Sebagai anak jenius yang memperoleh gelar hukum pada usia 18 tahun, Boyd ikut mendirikan ruang poker online PokerSpot yang bernasib buruk dan kemudian menjadi tokoh terkemuka di sirkuit turnamen dengan pendapatan langsung lebih dari $2,7 juta.

Penghasilan karier: $ 24,610

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Dutch Boyd lahir dengan nama Russell Aaron Boyd pada 24 Desember 1980, di Warrensburg, Missouri. Dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai dekorator kue, Boyd dan adik laki-lakinya belajar membaca pada usia tiga tahun. Sebagai siswa berbakat, ia melompati beberapa kelas dan mengikuti ACT pada usia 11 tahun, meraih skor 23. Ia meraih gelar associate pada usia 13 tahun dan gelar sarjana dari Central Missouri State University tidak lama setelahnya. Pada usia 14 tahun, ia mengikuti Ujian Masuk Sekolah Hukum dan meraih skor 165, yang membuatnya mendaftar di sekolah hukum. Ia lulus dengan gelar hukum pada usia 18 tahun, menjadi salah satu lulusan hukum termuda dalam sejarah.

Transisi ke Poker

Terinspirasi oleh film tahun 1998 Rounders, Boyd meninggalkan karier hukum untuk menekuni poker. Ia membaca Thursday Night Poker karya Peter Steiner dan mulai bermain poker online. Setelah sekolah hukum, ia pindah ke California, bermain poker pada siang hari dan bekerja di department store pada malam hari.

PokerSpot dan Kontroversi

Pada Mei 2000, Boyd dan saudara laki-lakinya Robert meluncurkan PokerSpot, sebuah ruang kartu poker online yang berbasis di Antigua. Mereka mengumpulkan $50.000 dari keluarga dan teman, tetapi kesulitan dalam pemasaran dan operasional. Situs tersebut tutup pada akhir 2001, gagal mengembalikan sekitar $400.000 dana pemain. Boyd kemudian menyebut kegagalan tersebut disebabkan oleh keterlambatan dari pemroses kartu kredit mereka, tetapi insiden tersebut memicu kontroversi yang signifikan. Stres ini berkontribusi pada masalah kesehatan mental Boyd, yang mengakibatkan rawat inap singkat di Antigua.

Kesuksesan World Series of Poker

Boyd pertama kali mendapat perhatian media di WSOP Main Event 2003, finis di posisi ke-12. Ia terlibat dalam tangan krusial melawan juara akhir Chris Moneymaker, menggertak dengan KQ di flop 9-2-5; Moneymaker memanggil dengan pocket 3s, dan overcards Boyd gagal, membuat tumpukannya hancur. Boyd kemudian mendirikan "The Crew," sekelompok pemain muda yang mencapai kesuksesan signifikan.

Boyd telah memenangkan tiga gelang WSOP:

  • 2006: $2,500 Short Handed No-Limit Hold'em — $475.712 (kemenangan turnamen terbesar)
  • 2010: $2,500 Limit Hold'em/Six Handed — $234.065
  • 2014: $1,000 No-Limit Hold'em — $288.744

Hingga 2023, 69 kali cash WSOP Boyd totalnya melebihi $1,9 juta.

Sorotan Turnamen Lainnya

Pada 2007, Boyd memenangkan acara dengan buy-in $1.000 di Five Diamond World Poker Classic sebesar $237.685. Ia juga telah cash beberapa kali di World Poker Tour, meskipun tanpa gelar atau meja final. Total kemenangan turnamen langsungnya melebihi $2,7 juta.

Poker Online dan Masalah Hukum

Setelah kegagalan PokerSpot, Boyd mencoba meluncurkan ruang poker online lainnya menggunakan model biaya keanggotaan bulanan, tetapi usaha tersebut tidak pernah terwujud. Pada tahun 2009, ia digugat oleh Two Plus Two Publishing (milik Mason Malmuth) atas pelanggaran merek dagang. Tanggapan publik Boyd terhadap gugatan tersebut termasuk komentar mengejek tentang kasus ini.

Gaya Bermain dan Warisan

Boyd dikenal karena gaya agresif dan suka menggertak (bluffy), seperti yang terlihat dari tangannya di Main Event 2003 melawan Moneymaker. Ia adalah pemain serbaguna, yang sukses di no-limit maupun limit hold'em. Tiga gelang WSOP-nya mengukuhkan posisinya di antara para profesional turnamen ulung. Boyd juga telah merambah ke streaming di Twitch.

Kehidupan Pribadi

Boyd tinggal di Las Vegas bersama pacar lamanya, Michelle. Ia terbuka tentang perjuangan kesehatan mentalnya setelah keruntuhan PokerSpot.

Komentar (0)

|

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Terkait